2014年9月5日金曜日

Berita dari teman saya, Pak guru SD bernama Joni Mulyono, Temanggung

Berita di bawah ini saya dikabari oleh teman saya, eks trainee Indonesia di Jepang dan
sekarang bertugas sebagai guru SD di Temanggung. Namanya Bapak Joni Mulyono.
Isi emailnya berbunyi sebagai berikut;

Selamat malam Ueno Sensei,
Tolong di buka alamat situs ini 

http://www.temanggungkab.go.id/detailberita.php?bid=870

situs ini adalah situs resmi Kabupaten Temanggung. 
Bapak Bambang Soekarno waktu itu Ketua DPR dan kini beliau menjadi Bupati Temanggung.
Tolong dibaca sampai selesai dengan teliti.
Salam               Joni Mulyono



SEMINAR PENDIDIKAN MEMAJUKAN DUNIA PENDIDIKAN ITU TIDAK INSTAN

TEMANGGUNG, Konstitusi di Jepang mewajibkan semua anak untuk menganyam pendidikan dan semua warga wajib bekerja. Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, jenjang pendidikan di Jepang juga berlangsung mulai Dari tingkat SD (6 tahun), SMP (3) dan SMA (3).
    Hal itu disampaikan oleh praktisi pendidikan asal Jepang, Katsujiro Ueno ketika memberikan ceramah dalam seminar internasional bagi guru di Temanggung, Sabtu (26/11), di gedung Graha Bhumi Phala komplek setda Kabupaten Temanggung.
    Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Ir. Budiarto,MT,  Ketua DPRD Drs. Bambang Soekarno, Kepala Dinas Pendidikan Temanggung Drs. Edi Winarso, MM dan Ketua Komisi D DPRD Temanggung Erda Wahyudi.
    Seminar diikuti kurang lebih 400 guru yang tergabung dalam Forum Guru Tidak Tetap Temanggung (Forgut). Selain KJatsujiro, seminar itu juga menampilkan penceramah lain, Ripto susilo, Sekretaris Pendidikan Dinas Pendidikan kabupaten Temanggung.
    Menurut Katsujiro Ueno, bahwa Sebelum masuk ke ruang kelas, semua siswa diberikan waktu bebas sekitar 10 hingga 15 menit yang digunakan untuk membaca dengan bacaan apa saja yang mereka sukai, diantaranya bisa buku pelajaran, majalah, buku umum dan lain-lain. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk menambah pengetahuan sebelum diberikan materi pelajaran oleh para guru. "Memang, untuk memajukan dunia pendidikan tidak instan, dan melalui proses cukup panjang," jelasnya.
    Dia mengingatkan, pendidikan bisa maju maka harus para guru harus mencintai pekerjaannya, sebab jika tidak mencintai pekerjaan yang digeluti tentunya sulit untuk mengajar tidak total, akibatnya siswa pun kesulitan menerima pelajaran guru. Selain itu, para guru bisa mengerti kemauan siswa.
    Wabub dalam sambutannya mengatakan sangat surprise dan sekaligus menyambut baik atas prakarsa Forgut uatas penyelenggaraan acara ini yang secara khusus memfokuskan pada pola pikir (mind setting).
    Tujuan Pendidikan adalah mengubah pola pikir manusia untuk mengembangkan karakter yang luhur, dan untuk menghadapi kehidupan, disamping itu tujuan pokoknya yaitu meningkatkan kualitas penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi, serta meningkatkan ketrampilan peserta didik.
    Wabub mengharapkan kegiatan penyadaran akan pentingnya pendidikan budi pekerti dan karakter luhur, seperti penyelenggaraan seminar ini terus dikembangkan, agar kedepan bangsa kita yang dikenal sebagai bangsa yang ramah, sopan, dan berbudi pekerti luhur dapat kita pertahankan,” terangnya.
    Sementara Ketua DPRD Temanggung, Bambang Soekarno disela-sela acara itu mengatakan, selama pemberlakuan moratorium pemerintah tidak  perlu mengangkat guru negeri baru, karena saat ini masih banyak guru honorer (guru tidak tetap/GTT) yang belum diangkat menjadi PNS. "Daripada mengangkat guru baru, lebih baik mengangkat guru honorer tadi menjadi guru berstatus PNS," jelasnya.
    Menurut Bambang, disamping itu sampai saat ini honor  guru non pegawai negeri sipil(guru tidak tetap) masih memprihatinkan. Karenanya, tahun 2013 mendatang DPRD  akan berusaha untuk menaikkan anggaran untuk guru non PNS. (Humas11/Paul)


1 件のコメント: