2015年6月6日土曜日

"Peran Otak dalam Membina Karakter Bangsa" oleh Bapak Sam Lazuardi

Tulisan berikut ini disumbangkan oleh seorang mahaguru bernama Bapak Sam Lazuardi yang saya kenal sejak dua tahun yang lalu. Tulisan beliau sangat erat hubungannya dengan
tema seminar yang akan saya angkat di Indonesia minggu depan di Pekanbaru, Padang
dan Jakarta. Beliau fokuskan pada tema yang terkait dengan fislsafat hidup

bangsa Jepang utk membina karakter bangsa Indonesia. Silahkan baca sampai tamat.

Tambahan:
Jepang, negara dg filsafat hidup program Prefrontal
a. Membina hidup sehat :
1. Membatasi makanan berlemak & gula, banyak makan sayur – buah dan ikan laut
2. Makan hanya hingga 80 % kenyang (hara haci bu) & tak boleh ada makanan tersisa
3. Dibina olahraga teratur
4. Dibina kebersihan (membuang sampah menurut jenisnya) dan memelihara lingkungan sehat (banyak pohon)
5. Dibina budaya tertib a.l. lalu lintas, hingga jarang kemacetan & KLL
6. Dibina memaksimalkan penggunaan tanah, sehingga hasil pertaniannya tinggi, meski kondisi alam miskin
b. Membina efisiensi dalam pekerjaan dan saling tolong-menolong :
    Dibina kerja dalam kelompok utk saling melengkapi
    dan tak ada jurang pemisah atasan – bawahan
c. Membina Kehidupan lansia : sehat, umur panjang dan berguna
1. Penyakit PTM sangat rendah – kematian akibat peny jantung terendah dari negara maju
2. Karsujiro Ueno : yg diangkat pres Sukarno sbg wakil Jepang – Indo & tiap tahun ke Indo sbg motivator di bidang pendidikan, mengajukan Dairy for 10 yrs -> membuat planning, evaluasi, review & ubah strategi agar target lebih berhasil
3. Dr Shigaeki Hinohara 101 th, hingga kini masih membuat planning & motonya : Hidup hendaklah selalu berbagi & jangan berlebihan meng-gumpulkan harta yg tak dapat dibawa mati
4. Survey karakter bangsa Jepang 2014 :
+ 45 % bangsa Jepang ingin jadi orang yg berguna bagi masyarakat dlm pelbagai bentuknya
+ Jumlah orang egois mengalami penurunan (59 % menjadi 42 %)
+ Atas pertanyaan bila anda dilahirkan kembali, 83 % menjawab ingin jadi bangsa Jepang lagi !
d. Contoh kehidupan di Jepang yg sering dilanda bencana alam :
Akibat gempa besar di Timur Laut Jepang, orang mengungsi di gedung SD, meski tak ada listrik, namun semua bisa antri dg sabar utk jatah makanan, tak ada yg menyerobot atau menjarah rumah kosong, semua merasa senasib & berbudaya tertib & tenang !

Pada saat ini Singapore sedang membina Singapore Kindness Movement utk meningkatkan Graciousness index – yang juga menuju ke program Prefrontal.

Kesimpulan :
I. Kehidupan dg pola Prefrontal akan menuju ke Kehidupan Eudiamonik, yaitu kehidupan bermoral – berguna bagi orang lain, lingkungan – alam dan Penciptanya, sehingga berkenan pada Penciptanya.
Kehidupan dg pola Limbik akan menuju ke Kehidupan Hedonistik – Egoistik, yaitu kehidupan tak bermoral yang akan menuju kehancuran diri sendiri, orang sekitarnya dan lingkungan – alam dan tak berkenan pada Penciptanya.

II. Pengendalian Prefrontal pada Limbik dapat di-interupsi / diganggu oleh obat – narkoba, alkohol dan stress (Ref : The Limbic Syst – Theory of Addiction and the Prefrontal Cortex)
+ Adiksi dapat berupa adiksi makanan enak, pornografi, berjudi, merokok, narkoba & obat
+ Ada 4 tingkat adiksi :
1. Ringan : there is a profound recurring urge (idea) to repeat the experience
2. Sedang : the urge becomes greater than any other urge & becomes the primary urge
3. Berat : it is automatic (requires no trigger)
4. Sangat Berat : It is incurable (irreversible)

Sebagai akibat gangguan tadi dapat berupa :
a. Gangguan pada sist Limbik : stress, depresi, berpikir negatif, hilang motivasi, gangguan tidur & nafsu makan, malas bergaul (social isolation)

 b. Gangguan pada Prefrontal berupa : gangguan perhatian, tidak tekun, mudah lepas kendali, hiperaktif, tak dapat mengatur waktu, sering menunda pekerjaan, tak dapat membuat perencanaan, mudah lupa, tak dapat melakukan penilaian, gelisah & sering membohong

III. Upaya memperkuat Prefrontal cortex :
1. Makanan sehat : sayur – buah & ikan laut (Mediteranean diet)
2. Olahraga
3. Meditasi
4. Volunteering & sosialisasi (bantu membina generasi muda)
5. Cukup tidur
6. Express Gratitude – Hitunglah berkatmu
7.Brain training games (permainan latihan otak)al. Lumosity
8. Curiosity & Creativity (use it or loose it) – membina hobi & kreativitas

IV. Beberapa contoh Kehidupan Hedonistik :
a. Ingin kaya dg mudah : penipuan, korupsi, pencurian
b. Akibat rokok : jumlah perokok Indo 10 X penduduk S’pore, orang miskin, makin miskin, penyakit pada umur produktif (kanker dsb)  & membebani ekonomi (Kompas 29/5) –> upaya : naikkan harga rokok spt diluar negeri (SP 30 Mai ’15), di Tiongkok  : UU larangan merokok ditempat umum 1 Juni ‘15
c. Narkoba : separuh lapas isinya orang narkoba, lapas sbg pasar narkoba – PBB : Indo salah satu jalur utama dalam penyelundupan Narkoba & akibat Narkoba : gg jiwa – otak, peny hepatitis & HIV akibat jarum suntik, mencuri uang krn adiksi
d. Tidak disiplin di jalan -> kemacetan dan KLL
e. Makan enak (manis, lemak, gorengen, soda – siap saji dsb) – PTM merajalela pada lansia

V. Solusi :
1.Hasil penelitian pada mereka yg hidup dg pola Hedonistik (H) versus Eudaimonik (E) :
+ Pola Hidup E akan menaikkan aktivitas gen antibody & menurunkan aktivitas gen peradangan 30 % -> Hidup sehat & bahagia
+ Pola hidup H menurunkan aktivitas gen antibody & menaikkan gen peradangan 20 % seperti pd keadaan stress & depresi -> menimbulkan risiko peny jantung, kanker dan Alzheimer –
Ref : + Having a purpose in life makes gene expression healthier – Rhys Baker, 2013
+ Cultivating Purpose : Why doing Good is Better Than Feeling Good -  Barbara Fredrickson - penelitian selama 20 th, 19 June, 2013.
2. Membina hidup sehat utk mencegah PTM dg program CDSMP – Stanford : Chronic Disease Self-Management Program yg akan dikerjakan oleh Dokter Keluarga (Family Physician) – bila berhasil baik, maka biaya pengobatannya menjadi hanya 25 % dari pembiayaan pada umumnya, sehingga akan sangat membantu BPJS.
3. Penghayatan mendalam Filosofi Pancasila dg pola Prefrontal.
Inti Pancasila :
   Ketuhanan Yang Maha Esa
   Kemanusiaan yang adil dan beradab
   Persatuan Indonesia
   Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permuswaratan / perwakilan
   Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Filsafat hidup pancasila tidak berbeda dg filsafat hidup Jepang (Ikigai dan Doutoku) -> membina manusia berbudi luhur atau bermoral tinggi. Bedanya terletak pada kesungguhan penghayatannya. Mereka ber-motivasi tinggi untuk melaksanakannya, sedangkan di kita lebih bersifat santai, achirnya kebablasan menjadi hanya Retorika saja (Kompas 1 Juni ’15) & laporan dari DetikTravel 27/5 2015 : menurut orang Jepang : Kalian Orang Indo terlalu santai !
Padahal Anugerah Pencipta berupa Prefrontal Cortex memberi kita kemampuan luar biasa utk Menata Hidup menjadi Manusia Ber-moral  & Berguna bagi Sesama.

Orang Jepang telah mengambil kesempatan ini yg nampak dalam :
1. Menambahkan Gambaru dalam filsafat hidupnya, yaitu bekerja harus bertekun hingga titik darah penghabisan
2. Membina hidup dg penataan - planning : seorang anak umur 10 sudah harus membuat target hidup - profesi 10 th mendatang dan ia harus menata dg tekun hidupnya menuju target tersebut & tak ada yang bercita-cita menjadi kuli (TKI)
3. Membina filsafat hidup secara mendalam, yaitu teori dan prakteknya, yg harus dibina ortu bersama guru dalam masyarakat
4. Setiap persoalan yg timbul dibahas wali kelas dan dicarikan solusinya
5. Hukuman bukan berupa fisik, tapi membaca dan membuat ichtisar suatu buku
6. Pak Ueno telah mengajukan buku harian 10 th – Dairy for 10 yrs, dg maksud mengadakan analisis, evaluasi, perubahan strategi agar target dapat dicapai dg lebih efisien
7. Pembinaan karakter, disiplin termasuk menata waktu, kesehatan & etos kerja yg tak ego membuat mereka sehat, bahagia dan berguna (hidup berkualitas) hingga umur uzurdan negara mereka cepat sekali berkembang menjadi negara adidaya stlh hancur akibat perang dunia kedua.
8. Pd survey 2014 : terdapat penurunan orang egois & 83 % ingin dilahirkan kembali sbg orang Jepang berguna bagi orang lain
Pertanyaan kini apakah kita bisa melakukannya ?
Saya kira, pasti bisa asal kita bersama mau mengubah pola hidup kita ! Karena anak muda kita banyak sekali yang pandai dan berbakat !
Hendaklah para Pembina negara kini membantu generasi muda dg membuat strategi menata agar anugerah sang pencipta ini bisa dipergunakan dg sebaik-baiknya. Dengan bantuan para pendidik, psikolog dan para ahli di bidang lain kita dapat saling mengisi, agar bisa kita bisa mempertanggung – jawabkannya kembali pada sang Pemberi.
Mudah mudahan program Prefrontal atau Eudaimonik ini dapat mem-bantu Revolusi Mental yang sedang berjalan, agar negara kesatuan Indonesia yang adil dan makmur bisa cepat tercapai !




0 件のコメント:

コメントを投稿